Langsung ke konten utama

Ikuti Workshop, Eksis Jadi Jurnalis

Sejumlah mahasiswa STAIN Parepare khususnya mahasiswa program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) jurusan Dakwah dan Komunikasi mengikuti workshop redaksi TRANS 7 dengan tema Eksis Jadi Jurnalis yang dilaksanakan di aula Prof. Mattulada Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kegiatan yang dimulai 16-17 November 2017 diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri dari berbagai jenjang usia. Acara yang terbuka untuk kalangan umum ini terlaksana berkat kerja sama antara Redaksi TRANS 7 dengan departemen Ilmu Komunikasi Fakultas  Sosial dan Politik UNHAS. Di akhir kegiatan peserta dibagi perkelompok dan ditugaskan untuk meliput sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Selain itu, setiap kelompok mendapatkan mentoring langsung oleh crew dari TRANS 7 seperti Taufik Imansyah dan Roland Lagonda. Zulrahman salah satu peserta yang juga merupakan mahasiswa semester tiga KPI  ini mengaku senang mengikuti kegiatan ini dikarenakan banyaknya ilmu dan motivasi baru yang didapatkan. “Saya harap ilmu yang didapatkan dapat teraplikasikan dengan baik dan memberi manfaat  buat diri sendiri juga ke orang lain”, jelasnya saat diwawancarai via whatsapp. Zulrahman yang juga merupakan editor dari timnya berhasil menjadi juara pertama diakhir pengumuman hasil liputan. Nantinya hasil video juara 1,2 dan 3 akan ditayangkan dalam acara redaksi Trans 7.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Download RouterOS Mikrotik , Utlility

Upgrading RouterOSJika Anda sudah menjalankan RouterOS, memutakhirkan ke versi terbaru dapat dilakukan dengan mengklik "Periksa Pembaruan" di QuickSet atau System> menu Paket di WebFig atau WinBox. Lihat dokumentasi untuk informasi lebih lanjut tentang meningkatkan dan melepaskan jenis. Untuk mengelola router Anda, gunakan antarmuka web, atau unduh utilitas perawatan.Winbox untuk terhubung ke perangkat Anda, Bung untuk memonitor jaringan Anda dan Netinstall untuk pemulihan dan instalasi ulang.
WinBox 3.186.43.13 (Long-term)6.44.1 (Stable)6.43.13 (Long-term)6.44.1 (Stable)6.45beta16 (Testing)

CVE-2019–3924 KERENTANAN DUDE AGEN

22 Feb, 2019 |Keamanan
Pada 21 Februari, Tenable menerbitkan CVE baru, menggambarkan kerentanan, yang memungkinkan untuk mem- proxy permintaan TCP / UDP melalui router Winbox, jika terbuka untuk internet.Tenable sebelumnya telah menghubungi MikroTik tentang masalah ini, jadi perbaikan telah dirilis pada 11 Februari 2019 di semua saluran rilis RouterOS. Masalahnya tidak mempengaruhi perangkat RouterBOARD dengan konfigurasi default, jika kotak centang "Router firewall" dibiarkan aktif.Masalahnya TIDAK menimbulkan risiko pada router itu sendiri, sistem file tidak rentan, masalah hanya memungkinkan pengalihan koneksi jika port terbuka.Perangkat itu sendiri aman. Masalah ini diperbaiki di: 6.43.12 (2019-02-11 14:39)6.44beta75 (2019-02-11 15:26)6.42.12 (2019-02-12 11:46)Seperti biasa, MikroTik mendesak semua pengguna untuk memperbarui perangkat mereka, agar terlindungi dari semua kerentanan yang diketahui dan memastikan port administratif router Anda diblokir dari jaringan yang tidak …

PEMBARUAN RILIS BUG 6.40.9

Kami telah merilis versi baru di saluran khusus perbaikan RouterOS.Kanal khusus perbaikan bug dianggap sebagai cabang "stabil" dari rilis RouterOS dan jarang diperbarui, hanya ketika perbaikan penting harus disertakan.Ini adalah saluran rilis RouterOS yang paling stabil dan paling teruji. !) keamanan - kerentanan tetap CVE-2018-1156, CVE-2018-1157, CVE-2018-1158, CVE-2018-1159; *) sertifikat - tetap memeriksa keberadaan template "add-scep" saat menandatangani sertifikat; *) defconf - memperbaiki konfigurasi default kit LTE wAP; *) ethernet - penanganan paket besar yang ditingkatkan pada perangkat ARM dengan nirkabel; *) ethernet - menghapus flag slave usang dari menu "/ interface vlan"; *) filesystem - memori NAND tetap masuk ke mode read-only; *) hotspot - otentikasi pengguna tetap ketika antrian dari sesi lama belum dihapus; *) antarmuka - responsif konfigurasi antarmuka tetap; *) ipsec - kebijakan tetap menjadi tidak valid jika ditambahkan setelah kebijakan din…